Membuku

Siapa hiduap tanpa tujuan dia orang khilaf, siapa pandai tanpa membaca dia bodoh, siapa ingin besar tanpa menulis dia hilaf. detik detik permainan hidup dimulai saat hadir di dunia, siapa yang memutuskan dia yang menentukan.
Dinamika bermisi menghidupan imajinasi berbuku, imajinasi menjadi manusia berkata-bercerdas, bertuliskan kalimat satire dan wagu. misi itu hidup dan bersemayam sejak di daulat "Desember Dinamika", tajuk berentetan agenda wagu lugu dan tak pasti hasilnya. UKM Dinamika bisa ngomong belum beraksi karena banyak pembual yang muncul dan hadir. Anggota yang cantik sok menjadi artistik, ingin rasa mengusir tapi hidup tak ada wanita rasanya sepi. Ada pria sok kaya berlagak sok ahli buku tapi sungguh dia penghacur kepala, ambisinya wedokan dan wedokkan ambisinya lanangan, sungguh akan banyak penyesalan.
hidup mesti di arungi samudra yang berliku. setiap saat aku lantunkan doa kebaikan, doa yang membaca pencerahan. tapi bila laku dari kawanku itu bertolak dari doaku niscaya akan muncul banyak kehancuran. Aku msaih yakin dengan generasi yang melihatku yang akan mendengar cerita-ceritaku. Mereka akan mulai bergaya dengan hidup berdiskusi membaca buku  Kisah ini menginspirasi 5 tahun, 10 tahaun, 20 tahun. pasti akan ada yang muncul menjadi jawara. Di persimpangan yang lain mereka akan selalu nmemanggilku, memintaku untuk mengajarinya mengobrolkan sesuatu yang tak pasti. semoga akan terjadi! Begitu

Postingan populer dari blog ini

MAKNA PAKAIAN

Resensi Buku Dari Membela Tuhan, Ke Membela Manusia karya Dr. Aksin Wijaya

Rapat Kerja UKM Dinamika